Lampung, 11 September 2024 – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan acara Penguatan Pendamping Proses Produk Halal Tahun 2024 di Theater Room UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pendamping halal dalam mendukung sertifikasi halal bagi pelaku usaha, sejalan dengan regulasi pemerintah mengenai kewajiban sertifikasi halal di Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Kajian dan Layanan Halal, Dr. Edi Susilo, M.H.I., menekankan pentingnya peran pendamping halal dalam memastikan produk-produk yang beredar di masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.
“Pendamping halal memiliki peran strategis dalam membimbing pelaku usaha, terutama UMKM, agar dapat memperoleh sertifikasi halal dengan mudah dan cepat. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pendamping yang kompeten dan siap membantu proses sertifikasi halal di lapangan,” ujarnya.
Kepala Biro Administrasi, Akademik, dan Kemahasiswaan (AKK), Dr. Abdur Rohman, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
“Sebagai institusi yang berkomitmen dalam penguatan ekosistem halal, UIN Raden Intan Lampung mendukung penuh kegiatan ini agar pendamping halal semakin profesional dan siap menghadapi tantangan di era sertifikasi halal yang semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua LP3H, Ovi Prasetya Winandari, M.Si., menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya LP3H dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak.
“Kami terus berupaya meningkatkan kompetensi pendamping halal agar lebih memahami regulasi terbaru dan memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mendampingi pelaku usaha. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap ekosistem halal di Indonesia semakin kuat,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi halal, serta calon pendamping halal yang akan mendapatkan pembekalan mengenai regulasi dan teknis pendampingan sertifikasi halal. Diharapkan melalui kegiatan ini, semakin banyak produk halal yang tersertifikasi, mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.